Analisis dan Model Inversi Gaya Berat 2D untuk Penampakan Sesar Palu Koro Di Sulawesi Tengah Indonesia

Analysis and 2D Gravity Inversion Model for the Appearance of the Palu Koro Fault in Central Sulawesi, Indonesia

Authors

  • Jamidun Jamidun Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA, Universitas Tadulako
  • M. Rusydi Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA, Universitas Tadulako
  • Kirbani SB Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Universitas Gadjah Mada
  • Subagio P Laboratorium Geodinamika Jurusan Geologi Universitas Gadjah Mada
  • Wiwit Suryanto Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.22487/25411969.2019.v8.i1.12644

Abstract

Analisis dan modeling mengenai struktur geologi Pulau Sulawesi khususnya wilayah Sulawesi Tengah sangat menarik sebab memiliki kompleksitas yang tinggi sebagai akibat interaksi dinamis dari tiga lempeng utama dunia. Ketiga lempeng tersebut yakni lempeng India Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia yang dalam pergerakannya saling bertemu yang mengakibatkan daerah ini mengalami deformasi kerak bumi yang aktif. Salah satu bentuk deformasi dari gerakan dinamik adalah terbentuknya sesar Palu Koro. Metoda yang digunakan untuk mengkaji sesar tersebut digunakan metoda gayaberat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sesar Palu Koro merupakan sesar geser mengiri dan normal. Model patahan bawah permukaan sesuai dengan penampakan morfologi topografi daerah penelitian. Bagian struktur bawah permukaan telah mengalami deformasi yang kuat dimana semua model strukturnya berbentuk struktur sekunder tidak ditemukan lagi struktur primer. Didapatkan pula batuan intrusi berkisar dari dua sampai tiga intrusi yang terlihat pada sayatan AA’. Formasi batuannya berjumlah enam jenis, yaitu batuan aluvium, formasi pakuli, formasi latimojong, kompleks wana, kompleks gumbasa dan batuan intrusi.

Author Biography

  • Jamidun Jamidun, Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA, Universitas Tadulako

    Lab. Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA, Universitas Tadulako

Downloads

Published

2019-04-30