Preferensi Habitat Spesies Kerang Laut (Moluska: Bivalvia) Di Ekosistem Intertidal Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran

Habitat Preference of Sea Shell Species (Moluska: Bivalvia) in the Intertidal Ecosystem of Tanjung Bilik Baluran National Park

Authors

  • Rendy Setiawan University of Jember
  • Sudarmadji S Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Sumbersari, Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia
  • Budi Putra Mulyadi Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Sumbersari, Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia
  • Revika Hilda Hamdani Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Sumbersari, Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/25411969.2019.v8.i3.14601

Abstract

Kerang adalah jenis moluska yang hidup di substrat beberapa ekosistem perairan. Kerang merupakan komponen penting yang berperan sebagai pemakan sisa organik yang berada di perairan (deposit feeder) dan pemakan suspensi (suspension feeder) dalam rantai makanan. Beberapa spesies kerang juga dapat berperan dalam mengakumulasi (bioakumulator) logam berat. Di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, Indonesia, kerang sering digunakan oleh masyarakat setempat sebagai bahan dasar makanan dan cangkangnya dijual sebagai dekorasi kamar, perhiasan, dan peralatan rumah tangga. Akibat terjadinya eksploitasi terhadap kerang secara berlebihan, telah diduga bahwa kepadatan populasi dan keanekaragaman spesies kerang telah menurun. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2019 di Pantai Bilik di Taman Nasional Baluran untuk menentukan komposisi spesies dan preferensi habitat spesies kerang. Pengambilan sampel acak digunakan untuk mengukur komposisi spesies kerang di daerah penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat adanya 6 ordo, 8 famili, 11 genera, dan 14 spesies. Nilai keanekaragaman spesies yang dihitung menggunakan indeks keanekaragaman jenis (H'). Hasil yang diperoleh menunjukkan telah ditemukan 2,109, yang menunjukkan keanekaragaman spesies tingkat sedang. Analisis kemerataan spesies menunjukkan nilai sebesar 0,79, yang berarti kemerataan spesies rendah. Habitat kerang di Pantai Bilik  lebih terfokus pada bongkahan karang mati yang ditumbuhi alga. Moluska sering ditemukan bersama dengan karang dari keluarga Faviidae, terutama yang berasal dari genus Porites.

Author Biography

  • Rendy Setiawan, University of Jember
    FMIPA Biology UNEJ

Downloads

Published

2019-12-30